Portal Lengkap Dunia Marketing

News & Event

Bisnis Aksesoris Pergelangan Tangan STRAPS Terus Melaju

Jakarta, 19 Desember 2018 – STRAPS, produsen dan merek aksesoris untuk pergelangan tangan menunjukkan perkembangan bisnis yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan dijalinnya kerjasama strategis dengan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ciayo Corp, dan wecare.id.

Sebelum mengulas kerjasama dengan tiga pihak tersebut, mari kita simak perjalanan STRAPS. Cikal bakal merek ini bermula dari Dutemps. Yanto termotivasi mendirikan Dutemps karena melihat banyak distributor jam tangan mewah di Indonesia yang tidak peduli pada layanan purna jual, salah satunya tali jam, dimana para distributor tidak menyediakan ready stock tali jam pengganti. “Pesan tali jam asli bisa 7 bulan barang baru datang,” tutur Yanto dalam jumpa pers, di Jakarta, Selasa (18/12/18).

Berbekal pengalaman bekerja di sebuah perusahaan jam tangan, Yanto Chou mendirikan Dutemps pada tahun 2011. Dutemps berdiri di Bengkel Fairground, SCBD dengan menawarkan tali jam tangan bermerek, pemutar jam, dan penjualan jam. Seiring berjalan waktu, Dutemps tidak hanya memproduksi tali jam tangan bermerek, tapi semua merek jam  tangan.

Melihat bisnisnya terus berkembang, tahun 2013 Yanto mendirikan STRAPS. Awal dibentuk STRAPS menggunakan slogan ‘Design Your Watch’ yang bermakna semua hal yang dapat mempercantik jam tangan tanpa merusaknya. Varian produknya mencakup tali jam, buckle pin, gelang steel ataupun leather. Dalam perkembanganya, STRAPS tidak hanya memproduksi tali jam, namun juga menghadirkan koleksi gelang handmade (buatan tangan manusia) diantaranya Western Horoscope, Chinese Horoscope, Leopard Edition, Skull Edition, HDCI Edition.

Ki-ka : Yanto Chou Founder dan General Manager STRAPS Indonesia, Gigih Septianto CoFounder, CEO & CTO WeCare.id dan Victorio Primadi Founder dan CTO CIAYO Corp berfoto bersama sambil menunjukan aksesoris gelang STRAPS

Yanto menjelaskan, aksesoris STRAPS berkarakter orisinal, berbeda dengan produk China yang bersifat imitasi. Produk STRAPS memiliki 140 warna dengan ukuran 14 mm – 28 mm.  “Keunggulan kita antara lain koleksinya banyak dan beragam, customized dan lifestyle, desainnya orisinal, dan bergaransi,” tuturnya.

Tahun 2015 merupakan tonggak penting bagi STRAPS karena diajak berkolaborasi dengan Harley Davidson USA. Kala itu, STRAPS diminta untuk membuat aksesoris yang berbeda untuk para bikers Harley Davidson. Kolaborasi ini berlanjut  sampai saat ini, dimana STRAPS bekerja sama dengan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). “Ada beberapa produk STRAPS yang dijual di store HDCI,” tandas pria yang juga menjabat General Manager STRAPS Indonesia.

Tahun 2018 STRAPS mengganti slogan dari sebelumnya ‘Design Your Watch’ menjadi ‘Respect Your Hand’.  Yanto menjelaskan, slogan baru tersebut ditujukan untuk segmen milenial. “Slogan ini bermakna kami memberikan produk terbaik dan jangan gunakan tanganmu untuk hal-hal buruk, tapi gunakan untuk yang bermanfaat,” imbuh Yanto.

Sebagai bagian untuk mewujudkan slogan Respect Your Hand, STRAPS menjalin kolaborasi dengan Ciayo Corp dan wecare.id. Lewat kerja sama ini Ciayo akan menyematkan desain gelang STRAPS di salah satu game mereka yaitu CHIPZ yang akan diluncurkan pada semester 1 tahun 2019 mendatang.

Sementara kerja sama dengan wecare.id bersifat pemasaran sosial (social marketing). STRAPS akan mendonasikan gelang sebagai token of appeciation bagi para penyumbang program SEHATI di wecare.id.

Yanto menegaskan, melalui kerja sama dengan wecare.id pihaknya ingin menunjukkan bahwa STRAPS tidak hanya memikirkan aspek komersial, namun juga sisi sosial. “Sehingga bisnis kami pun menjadi balance, tak melulu hanya urusan komersial saja tetapi juga berbuat sesuatu bagi lingkungan,” tuturnya.

Sekadar informasi, saat ini gerai STRAPS telah hadir di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar. Selain itu, STRAPS juga telah mengekspor produknya ke Vietnam dan Malaysia. Ke depan, STRAPS berniat menjalin kemitraan dengan pengrajin lokal di berbagai daerah sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top