Portal Lengkap Dunia Marketing

Salesmanship

Bisakah Anda Menjadi Aktor yang Lebih Baik dari Brad Pitt atau Julia Roberts? (2)

Naskah Penjualan (Sales Script) Lanjutan….

Jadi, karena setiap keberatan yang dihadapi setiap hari mirip atau kurang lebih sama, mengapa kita tidak berusaha untuk menulis suatu naskah penjualan? Naskah penjualan yang bagus haruslah bermakna dan harus mengandung pilihan kata-kata yang simpel, kuat, dan mampu menyampaikan pesan dengan efektif. Idealnya, naskah tersebut harus cukup kreatif supaya mampu mengatasi setiap keberatan dengan cara yang—konsumen pikir—sudah pernah dikatakan oleh penjual lain sebelumnya.

Jika memungkinkan, kita harus membuat si konsumen tersenyum ketika mereka mendengar respons dari setiap keberatannya, dan bahkan terkesan akan keunikan respons tersebut. Dengan demikian, peluang Anda untuk menutup penjualan pun meningkat secara signifikan.

Sudah jelas, agar dapat menuliskan naskah penjualan diperlukan beberapa keahlian, waktu, dan usaha untuk memikirkan kata-kata yang benar, menyesuaikan, mengedit, memolesnya lagi dan lagi supaya dialog yang dihasilkan bisa sempurna.

Anda pun memerlukan beberapa contoh untuk memberikan ide membuat naskah penjualan yang baik. Anda bisa mendapatkan contoh-contoh bagus dari buku Setiap Orang Sales Harus Punya Sales Script Ini, oleh Dedy Budiman dan James Gwee. Contoh-contoh yang dicantumkan di sana cukup mudah dipahami. Namun, Anda masih tetap perlu menambah atau menyesuaikannya supaya bisa digunakan dengan produk atau jasa yang dijual.

Walau bagaimanapun, contoh-contoh di buku tersebut pasti bisa membantu Anda dalam menulis naskah penjualan yang bagus dan sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi. Tentu saja akan sangat membantu jika beberapa rekan kerja bisa dilibatkan, atau bahkan supervisor atau manajer penjualan bersama-sama.

Pertama-tama, ini mungkin terkesan perlu banyak kerja keras, tetapi menulis naskah penjualan ternyata cukup menyenangkan. Hal yang lebih penting lagi, ini bisa menjadi investasi yang sangat berharga bagi Anda, karena setelah mempunyai naskah penjualan yang bagus, kreatif, dan meyakinkan, Anda harusnya mampu mengatasi 80% dari segala keberatan yang dihadapi setiap hari dengan lebih efektif. Tentunya peluang untuk menutup penjualan juga meningkat signifikan!

Berlatih

Setelah naskah penjualan selesai dibuat, tahap berikutnya adalah menyesuaikan diri, menghafal, lalu melatihnya sebaik mungkin sehingga ketika sedang merespons keberatan konsumen, Anda tidak memberikan kesan seperti dibuat-buat atau dihafal. Anda akan terlihat spontan, nyata, bisa dipercaya, dan bahkan mengesankan! Itulah tujuan dari berlatih dan mempersiapkan diri. Semakin profesional si penjual, semakin banyak waktu dan usaha yang dihabiskan untuk berlatih.

Bagaimana cara berlatih dan menghafal? Lakukanlah role playing dengan rekan kerja atau penjual lain dalam tim Anda. Lalu, minta supervisor atau manajer penjualan mengawasi role playing tersebut dan mengoreksi setiap kesalahan yang dibuat agar bisa memberikan kesan meyakinkan.

Hal ini mungkin terkesan perlu kerja keras dan butuh banyak waktu. Tapi, dari pengalaman yang saya alami, ternyata cukup menyenangkan berlatih dengan sesama rekan, dan ini adalah investasi yang berharga supaya Anda mampu menghadapi 80% dari setiap keberatan setiap hari dan meningkatkan penjualan secara signifikan!

Itulah mengapa begitu banyak tenaga penjual mengalami kegagalan….

Mereka tidak mempunyai naskah penjualan. Mereka tidak berlatih untuk menjawab segala keberatan. Secara terus-menerus, ketika konsumen menyatakan keberatan, penjual selalu memberikan jawaban yang tidak kreatif, tidak meyakinkan, dan terkesan klise. Hal ini tak hanya membuat si konsumen semakin ragu, tapi juga membuat mereka semakin terganggu.

Jadi, sering kali masalahnya bukanlah dari produk, jasa, atau harga, atau juga pesaing lain. Masalahnya adalah si penjual tidak mempersiapkan diri. Si penjual mungkin membuat persiapan, tapi kecuali ia mempunyai naskah yang sudah ditulis dan dilatih dengan baik, si penjual belum bisa dikatakan siap. Mereka akan tetap menemui jalan buntu seperti halnya seorang petinju yang memasuki ring tinju tanpa persiapan. (James Gwee T.H.)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top