Portal Lengkap Dunia Marketing

Salesmanship

Bisakah Anda Menjadi Aktor yang Lebih Baik dari Brad Pitt atau Julia Roberts? (1)

www.marketing.co.id -Jika jawabannya “tidak”, maka lebih baik Anda membaca terus.

Para aktor terkenal sekaliber Julia Roberts, Brad Pitt, Didi Petet, Rano Karno, dan lain-lain, melalui akting mempunyai kemampuan untuk membuat kita tertawa, menangis, dan bahkan membangkitkan semangat. Mereka begitu ahli dalam bidangnya. Tetapi, coba kita berhenti dan berpikir sejenak. Apakah semua itu hanya karena keahlian akting yang superior? Apalagi yang membuat akting mereka bisa begitu nyata?

Hal lain yang sering kali terlewat dan terlupakan dari akting yang hebat adalah kita harus mempunyai naskah (script) yang bagus juga. Bahkan sebelum aktor memutuskan apakah akan menerima atau menolak suatu peran yang ditawarkan, terlebih dahulu naskah harus dibaca dan dipahami. Aktor hanya akan menerima peran yang ditawarkan jika naskah dianggap menarik atau menantang bagi dirinya.

Naskah

Jadi, langkah pertama adalah menuliskan naskah yang bagus. Sebuah naskah yang bagus haruslah mempunyai makna dan harus mengandung pilihan kata-kata yang tepat, sehingga hasilnya adalah naskah yang simpel, tetapi kuat dan mampu menyampaikan pesan dengan cara yang paling efektif. Tentu saja ini memerlukan keahlian, waktu, dan usaha untuk memikirkan rangkaian kata yang tepat, untuk menyesuaikan, mengedit, dan memoles naskah itu lagi, dan lagi, untuk memastikan bahwa semua dialog yang ada sudah sempurna.

Latihan

Setelah naskah selesai dibuat, si aktor harus menyesuaikan diri dan menghafal naskah tersebut, lalu melatihnya sebaik mungkin supaya ketika mereka berkata-kata sesuai naskah tidak terkesan seperti hafalan. Mereka harus membawakannya dengan spontan, bisa dipercaya, nyata, meyakinkan, dan bahkan mengesankan! Itulah tujuan berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Semakin profesional si aktor, semakin banyak waktu dan tenaga yang dihabiskan untuk berlatih dan berlatih.

Jadi, akting yang bagus mengandung tiga aspek, yaitu naskah yang tersusun baik, sikap profesional seorang aktor dalam berlatih dan mempersiapkan diri, serta keahlian akting si aktor untuk membawakan naskah dan perannya dengan sepenuh hati.

Jadi, mengapa saya menjelaskan soal aktor dan naskah di atas?

Karena proses menjual sangat mirip dengan seni peran (akting)!

Kebanyakan tenaga penjual menghadapi serangkaian jenis penolakan yang relatif sama hampir setiap hari. Bahkan 80% dari keberatan yang dihadapi para penjual tersebut adalah itu-itu saja. Dengan kata lain, keberatan-keberatan tersebut bisa sedikit banyak diperkirakan dengan ketepatan 80%! Tak percaya bahwa keberatan yang dihadapi kebanyakan akan sama?

  • Saya tak punya waktu untuk berbicara sekarang.
  • Anda hanya membuang-buang waktu saja.
  • Saya tidak tertarik.
  • Kirim saja brosurnya.
  • Bos saya sedang meeting.
  • Bos saya sedang di luar kota, dan lain-lain.

Keberatan standar kan?

Berikut adalah beberapa keberatan umum lainnya:

  • Harganya terlalu mahal.
  • Kami bisa membeli yang lebih murah di tempat lain.
  • Kami sudah mencoba sebelumnya dan tidak berhasil.
  • Situasi sedang sulit, bisnis sedang buruk sekarang. Tak ada bujet.
  • Kami masih perlu membandingkannya dengan kompetitor Anda.
  • Kami sudah puas dengan pemasok yang sekarang.
  • Terlalu berisiko mengganti pemasok/produk.
  • Perusahaan Anda terlalu besar.
  • Perusahaan Anda terlalu kecil dan tak pernah terdengar.
  • Perusahaan Anda masih baru dan belum punya reputasi.
  • Kami memutuskan tidak membeli dari Anda.
  • Kami perlu mempertimbangkan ulang.
  • Kami akan menunggu sampai akhir tahun.
  • Saya perlu berdiskusi dulu dengan bos/rekan/istri/kucing saya.
  • Dan masih banyak lagi yang lain.

Pernah menghadapi keberatan seperti di atas sebelumnya?

Jika jawabannya pernah, Anda perlu membaca lebih lanjut tentang naskah penjualan (sales script) yang pasti bisa membantu Anda dalam mengatasi setiap keberatan pelanggan. Semua itu karena setiap keberatan yang diajukan pada prinsipnya adalah 80% sama, atau itu-itu saja. (James Gwee T.H.) Bersambung. ……

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top