Portal Lengkap Dunia Marketing

BERITA

Begini Cara ‘Kekinian’ Anak Muda Ekspresikan Nasionalisme

Sumber Gambar: http://fotoku.org/wp-content/uploads/2012/12/IMG_0013.jpg

Sumber Gambar: http://fotoku.org/wp-content/uploads/2012/12/IMG_0013.jpg

Dulu, para pemuda bersusah payah dengan mempertaruhkan nyawa untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Mereka rela berkorban apa saja demi membebaskan Indonesia dari tangan penjajah.

Itu semua mereka lakukan dengan penuh rasa nasionalisme yang tinggi. Nasionalisme merupakan wujud kecintaan dan kehormatan terhadap bangsa sendiri. Dengan hal itu pemuda dapat melakukan sesuatu yang terbaik bagi bangsanya, dan meningkatkan martabat bangsa dihadapan dunia.

Lalu bagaimana dengan pemuda masa kini? Apakah nasionalisme mereka memudar?

Nyatanya tidak demikian, Haryawan Wibowo (Riko), Art Director yang juga pemain bass Thirteen Band, mengatakan bahwa anak muda sekarang rasa nasionalismenya sangat tinggi. Hanya ekspresinya saja yang berbeda.

Beda zaman tentu beda ekspresi. Bagi anak muda zaman sekarang, nasionalisme adalah barang gue dibeli orang luar negeri, atau dagangan gue disukai orang luar negeri.

Pengaruh internet memang sangat memudahkan anak muda mengenalkan diri “Gue adalah Indonesia” ke dunia. Anak muda zaman sekarang bisa membuat makanan, baju, atau apapun asli Indonesia dan dikenalkan ke dunia.

Gue rilis album pertama di Jepang, dibeli pertama kali oleh orang Jepang, dan orang sana suka musik gue. Itu adalah salah satu bentuk nasionalisme. Kita membuat sesuatu yang disukai semua orang,” katanya.

Baginya, sekarang bukan lagi zamannya memamerkan barang merek luar negeri. Tapi bagaimana cara mengenalkan nasional kita ke dunia. Sekarang kita pamerkan barang asli Indonesia.

Rizki Yanuar, pemilik Ouval Research, mengamini apa yang dikatakan Riko dengan mengatakan, saat ini sudah banyak anak muda yang selalu memakai dan bangga akan produk dalam negeri.

Tentunya hal tersebut sangat positif karena dapat memajukan industri lokal. Sampai saat ini Rizki terus berjuang mengenalkan sekaligus mengharumkan nama Indonesia lewat mereknya di pasar luar negeri. “Produk dalam negeri tidak kalah bagus dengan luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Ryan Gondokusumo, CEO Sribu.com mengekspresikan rasa nasionalismenya dengan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

“Saat ini saya sedang fokus membantu para freelancers di Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan. Target saya dalam dua tahun ke depan ada 100.000 lapangan pekerjaan tercipta,” katanya.

Sedangkan bagi, Adi Pramudya, Si Anak Rempah, “Nasionalisme bagi saya itu sederhananya kita mencintai dan mengonsumsi produk pertanian dalam negeri. Karena, dengan kita mengonsumsi hasil pertanian petani Indonesia kita sama saja menyelamatkan bangsa kita.”

Begitulah cara mereka mengekspresikan rasa nasionalismenya. Bagaimana dengan Anda?

Editor: Putri Sekar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top