Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

Bangun Persepsi dan Experience, Kunci Sukses Gaet Pangsa Pasar

Marketing – Berawal dari Nasi Goreng Mafia, Grup Citarasa Prima  (CRP) kini sudah memiliki banyak merek, di antaranya Warunk Upnormal, Nasi Goreng Abang, Bakso Boedjangan, Sambal Khas Karmila, Meebox, Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters, Fish Wow Cheesee (FWC),  Upnormal Coffee Roasters, Martabak Maskulin  dan Ayam Bersih Berkah (ABB)

Setiap merek memiliki target pasarnya masing-masing, seperti Nasi Goreng Mafia dan Warunk Upnormal menargetkan segmen milenial. Sambal Khas Karmila dan Fish Wow Cheesee menargetkan pasar keluarga serta Bakso Boedjangan disuguhkan khusus untuk pecinta bakso. Adapun Upnormal Coffee Roasters ditunjukkan untuk pasar yang lebih dewasa, di mana konsumen dapat meminum kopi sekaligus rapat atau meeting informal.

“Dari awal bisnis memang sudah kita petakan bahwa tidak hanya satu merek tapi enggak berpikir akan sebanyak ini sebelumnya,” ungkap Sarita Sutedja, Deputy Director Corporate Communication & Government Relations PT Citarasa Prima Indonesia Berjaya (CRP Group).

Awal berbisnis hingga terbentuk CRP Grup lantaran Sarita dan teman-temannya ingin memiliki sebuah usaha. Dipilihnya kuliner sebagai bidang bisnis karena Sarita dan teman-teman menyadari kuliner adalah kebutuhan mendasar manusia. Mereka menyadari bahwa terjun ke bisnis kuliner harus memiliki konsep diferensiasi produk yang unik namun tanpa membutuhkan proses belajar yang lama dan sulit. Setelah melalui riset dan survei, maka dipilihlah produk nasi goreng dengan rempah sebagai diferensiasinya.

Dengan visi misi “bring happiness to experience” CRP Group berharap bisa memberikan kebahagiaan saat konsumen menikmati produk-produk makanan yang ditawarkan.

“Buat saya makan itu mengobati kekesalan hati. Makan memberikan energi. Itu adalah campaign dan misi kita,” jelas Sarita.

Sukses dengan Nasi Goreng Rempah, CRP Group melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka outlet Upnormal. Ada dua jenis outlet yang ditawarkan, yaitu Warunk Upnormal dan Upnormal Coffee Roasters.

Warunk Upnormal terinspirasi dari menjamurnya warung-warung indomie (warmindo) yang sebelum tahun 2014 dibanjiri konsumen dari kalangan anak-anak muda kuliahan. Mereka membutuhkan tempat selain untuk nongkrong, juga mengerjakan tugas. Warmindo inilah tempat favorit mereka.

Namun, umumnya kondisi warmindo kurang nyaman saat itu. Dari peluang itulah muncul konsep Warunk Upnormal, warmindo yang kekinian. Dengan menawarkan tempat yang lebih nyaman dan instagramable, Warunk Upnormal berhasil menciptakan expriential marketing. Selain itu, produk mi instan ala warmindo disajikan dengan kemasan yang lebih inovatif dan apik, namun tetap cocok untuk kantong remaja dan mahasiswa.

“Ala kafe tapi terjangkau di kantong mahasiswa. Kebutuhan yang kita tangkap saat itu sampai saat ini adalah mereka ingin eksis. Akhirnya kami desain tempatnya sedemikian rupa sehingga menjadi instagramable. Kami bangun persepsi warung indomie kekinian. Setelah persepsi itu terbangun kebanyakan yang datang anak SMA dan kuliahan,” papar Sarita.

Seiring waktu tren pasar mengalami perubahan dengan munculnya segmen pasar yang lebih dewasa yang umumnya adalah para eksekutif muda. Maka dibuatlah jenis outlet yang lainnya yaitu Upnormal Coffee Roasters. Konsep outlet yang satu ini cenderung ke kafe, di mana varian kopinya lebih banyak dan tak semua produk Warunk Upnormal ada di outlet ini.

“Kami ingin benar-benar membuat ini menjadi kafe. Kami punya komitmen memenuhi hak konsumen. Kami sampai merumuskan customer journey kita dari mulai masuk sampai keluar outlet. Jangan sampai ada satu hal yang membuat konsumen kesal,” ungkap Sarita.

Hingga saat ini sudah ada 81 outlet Upnormal, secara grup sudah ada 189. Sarita menargetkan hingga akhir tahun ada 200 outlet secara grup. Dalam rangka melebarkan sayap bisnisnya ke luar negeri, CRP sedang menggodok rencana membuka outlet terbarunya di Singapura. Selain Coffee Roaster, juga ada Upnormal Kopi Express yang rencananya akan diperbanyak ke depannya.

“Dengan konsep-konsep yang kami tawarkan konsumen happy dan loyal, bahkan kadang kalau ada isu negatif mereka membela, itu tidak di-setting. Kadang ada aja netizen yang ngomong negatif, tapi yang membela kita juga tak sedikit di sana. Itu adalah satu poin yang kita syukuri,” lanjut Sarita.   

Piawai dalam menyajikan produk-produk sederhana dengan konsep yang inovatif dan disambut baik pasar, tak heran jika Warunk Upnormal berhasil meraih penghargaan bergengsi Marketing Award 2018 untuk kategori The Best Innovation in Marketing dan The Best in Experiential Marketing.

“Kami menciptakan banyak konsep dalam berbisnis bukan semata-mata mengejar penghargaan. Tapi ketika semua kerja keras kita dihargai pihak lain buat kami ini luar biasa  dan kami sangat merasa terhormat,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top