Portal Lengkap Dunia Marketing

DIGITAL & TECHNOLOGY

Apple vs Samsung: Bakal Terus Bersaing

samsung-vs-apple-iphoneMarketing.co.id – Samsung dan Apple telah lama memperebutkan pangsa pasar dan hak paten. Kini, keduanya berselisih di “medan perang” baru: rantai pasokan.

Sebelumnya, Samsung mengandalkan jalur pasokan internal perusahaan untuk memproduksi produk-produk unggulannya. Namun, perangkat perusahaan yang kian populer memaksa Samsung untuk mencari bantuan dari luar.

Seperti dilansir Reuters, Samsung telah “menggoda” beberapa mitra kunci rantai pasokan Apple guna membantu perusahaan memproduksi produk-produk unggulannya tersebut. Tentunya, ini merupakan kabar buruk bagi Apple. Kehadiran Samsung ini dapat meningkatkan biaya Apple dan menyebabkan kekurangan komponen yang dapat mengganggu produk masa depan Apple.

Lee Sun-tae, analis di NH Investment & Securities mengatakan, “Pertempuran berikutnya di antara kedua raksasa teknologi tersebut setelah paten adalah pasokan komponen. Siapa yang berhasil memenangkan akses komponen berkinerja terbaik di kelasnya, merekalah yang menang.”

“Hal ini juga menjelaskan mengapa anggaran belanja komponen Samsung selama ini lebih besar dibanding sebelumnya,” Lee menambahkan.

Samsung telah menggunakan jasa perusahaan seperti Qualcomm, Sharp, Toshiba, dan Sony untuk memproduksi komponen tambahan. Semuanya adalah perusahaan yang memasok suku cadang bagi Apple iPhone.

Samsung sadar betul bahwa mengandalkan satu perusahaan untuk memproduksi komponen dapat mengakibatkan keterlambatan karena kekurangan produksi atau masalah rantai pasokan lainnya.

“Memiliki satu pasokan mambawa banyak risiko. Samsung bahkan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan LCD bersama dengan OLED dalam kisaran Galaxy S untuk mengurangi ketergantungan pada Samsung Display,” kata Song Jong-ho, seorang analis di KDB Daewoo Securities.

Smartphone merupakan perangkat dengan penjualan tercepat bagi perusahaan. Galaxy S4 telah terjual lebih dari 6 juta hanya dalam waktu dua minggu. Penjualannya diprediksi akan melampaui angka 10 juta unit minggu depan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top