Apa itu Social-Commerce?

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Marketing.co.id – Berita Digital & Techno |Kita sudah akrab dengan istilah e-commerce sebagai situs atau platform bagi masyarakat yang ingin melakukan jual beli secara daring. Namun kini ada rupanya ada istilah lain dari platform jual beli online, yakni Social-commerce. Social-commerce adalah pemanfaatan media sosial untuk promosi, menjual, dan membeli langsung di baik melalui aplikasi media sosial maupun tatap langsung.

Perkembangan social-commerce disebabkan oleh celah dalam penetrasi e-commerce di area di luar kota-kota besar di Indonesia yang memiliki potensi pasar yang besar. Dengan adanya perantara, seperti reseller penetrasi ke area-area tersebut akan semakin besar dan social-commerce menjadi jawaban atas tantangan tersebut.

Social-commerce berupaya menggabungkan antara e-commerce dan interaksi sosial. Adanya perantara yang berinteraksi langsung dengan komunitas maupun lingkungan di sekitarnya, maka akan terbentuk kepercayaan, optimalisasi proses manual, meningkatkan penjualan, serta yang utama adalah pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah. Hal ini lah yang menjadi fokus Woobiz selama tiga tahun terakhir.

Baca juga: S-Commerce: Mengubah ‘Like’ Menjadi Sales

Dengan Woobiz, mitra dapat memilih produk yang ingin mereka jual dari berbagai brand serta beragam jenis produk yang tersedia di Woobiz Mitra App untuk dijual kembali melalui media sosial, seperti Whatsapp, atau menawarkan produk secara langsung pada komunitas di sekitarnya.

Sedangkan melalui aplikasi Woobiz Mitra Keliling, mitra dapat melakukan interaksi secara langsung ke toko kecil atau warung di lingkungan sekitarnya maupun melalui Whatsapp untuk menawarkan katalog produk. Setelah mendapat pesanan, mitra kemudian dapat memesan produk secara online melalui aplikasi Woobiz Mitra Keliling.

Kini Woobiz telah mampu memberdayakan lebih dari 22,000 mitra di 4 provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Banten, dan 17 kota di seluruh Indonesia, menunjukkan jangkauannya yang luas baik di skala daerah maupun nasional.

social commerce
Ilustrasi social commerce

Sebagai pelopor social-commerce  di Indonedia Woobiz telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan walaupun muncul tantangan baru akibat pandemi selama dua tahun terakhir. Selama 2021, Woobiz telah berhasil memperoleh pertumbuhan Total Processing Value (TPV) sebesar 18 kali lebih besar dari sebelumnya dan pertumbuhan mitra 2 kali lebih besar.

Baca juga: Total Processing Value Bukalapak Tumbuh 54%

Pencapaian ini dapat terwujud karena Woobiz tidak hanya berfokus pada kota-kota besar Indonesia, tetapi juga berbagai daerah di Indonesia dengan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan teknologi yang dapat diakses dengan mudah.

Putri Noor Shaqina, Co-Founder Woobiz menjelaskan, Woobiz hadir dengan harapan besar untuk membantu masyarakat Indonesia, terutama perempuan dan pekerja lepasan, menjadi mandiri secara finansial, dan meringankan beban ekonomi, terutama akibat pandemi.

“Selama tiga tahun terakhir kami telah melakukan upaya pemberdayaan dengan memberikan akses ke literasi digital maupun pelatihan untuk mendapatkan penghasilan, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Dalam jangka panjang kami berharap upaya yang kami lakukan pun dapat berkontribusi dalam meningkatkan taraf ekonomi Indonesia,” tegas Putri.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Bisnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here