Portal Lengkap Dunia Marketing

Tokoh Bicara

Ali Akbar: Utamakan Konversi Daripada Traffic

22Internet kini menjelma menjadi ladang bisnis yang basah. Banyak pengusaha kini beralih ke bisnis online dan berlomba-lomba untuk bisa tampil di halaman pertama mesin pencari Google. Tak pelak jasa SEO atau optimasi menjadi bisnis yang tumbuh subur. Tak sedikit pula para pebisnis pemula yang mempelajari SEO secara otodidak dalam rangka mengembangkan bisnisnya di dunia maya.

Ali Akbar, pakar SEO internasional pemegang setifikat dari Search Engine Academy Asia yang juga seorang pengusaha, berbagi wawasan tentang praktik optimasi dan bisnis. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang bisa dilakukan pengusaha untuk meningkatkan bisnisnya dengan metode SEO?

Awalnya saya tertarik belajar SEO karena saya tahu ada banyak uang di sini. Saya tinggalkan pekerjaan saya waktu itu dan memperdalam SEO di Search Engine Academy Asia. Pada waktu itu, internet belum banyak dilirik untuk berbisnis.

Setelah saya dalami, ternyata SEO tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus didampingi oleh CRO dan LBO. CRO adalah Conversion Rate Optimization dan LBO adalah Local Business Optimization. Nah, ketiganya inilah yang disebut ilmu optimasi.

Misalnya, jika situs kita dikunjungi oleh 10 orang, tapi yang menghubungi kita atau membeli produk kita hanya 1 orang, maka itu artinya tingkat konversi kita rendah.

Jika kita melakukan pencarian suatu produk, maka di hasil pencarian halaman satu Google ada banyak situs menawarkan produk sejenis. Beberapa situs menampilkan nomor kontak pada deskripsinya, tapi ada yang harus dibuka dulu situsnya baru ditemukan nomor kontak atau bahkan ada yang setelah dibuka tapi tak ada nomor kontak. Kira-kira situs mana yang akan Anda pilih untuk dihubungi?

Tentu, situs yang memiliki nomor kontak dan nomor kontaknya mudah dilihat tanpa harus membuka situs, bukan? Oleh karena itu, penting bagi para pengusaha untuk menampilkan nomor kontak di halaman pertama Google tanpa perlu pengunjung membuka situs. Itulah CRO.

Kalau LBO adalah cara optimasi agar website kita tampil di halaman pertama pencarian lokal. Misalnya, kita mencari dengan kata kunci ‘jual atap baja ringan di jepara’ maka kita bisa temukan apa saja situs penjual baja ringan di daerah Jepara yang tampil di halaman pertama Google.

Menurut Anda mana yang lebih penting SEO atau konten?

Bahasanya konten is the king, traffic is the queen, but distribution is king kong. Misalnya, di halaman satu sebuah web dikunjungi 1.000 orang yang berarti traffic-nya 1.000. Tapi, konversinya rendah, katakan yang membeli hanya satu pengunjung, berarti konversinya 1 berbanding 1.000.

Sedangkan ada website lain yang pengunjungnya hanya lima, tapi kelimanya membeli. Kira-kira mana yang lebih dipilih pengusaha? Tentu yang lima pengunjung tapi mereka membeli semua, kan? Inilah yang disebut konversi.

Nah, beda antara jualan dengan menulis. Kalau menulis kepentingannya apa? Apa yang lagi happening? Maka, postinglah dengan kata kunci-kata kunci yang lagi happening.

Jadi, mana lebih penting SEO atau konten? Tergantung kepentingannya. Kalau untuk bisnis, masukkan nomor kontak dan posting konten di situs komunitas, misalnya bisma.com. Kalau untuk tulisan maka posting-lah dengan kata kunci-kata kunci tertentu.

Misalnya, waktu itu sempat happening Maria Ozawa mau datang ke Indonesia untuk syuting film horror. Saya buat tulisan tentang Maria Ozawa dan tampil di halaman satu Google, mengalahkan beberapa situs berita.

Ada dilema tersendiri waktu orang niat posting SEO untuk bisnis dan untuk bacaan. Kalau ilmu SEO seluruhnya diaplikasikan ke dalam tulisan agar bisa tampil di halaman satu Google, tulisannya jadi tidak nyaman dibaca. Ada kalimat yang dicoret, dimiringin, digarisbawahi, dan banyak link, seperti tulisan saya tersebut.

Nah, triknya, terutama untuk temen-temen wartawan, harus bisa menyambungkan sumber lain. Misalnya kata kunci “Maria Ozawa” tadi, merupakan black key word atau kata kunci mesum. Supaya Google tidak menganggap konten ini mesum maka seimbangkan dengan white key word yaitu “ustad”. Maka, jadilah artikel Yusuf Mansyur Ingin Ceramahi Maria Ozawa yang lebih enak dibaca.

Apakah konten harus di-posting setiap hari untuk bisa tampil di halaman Google?

Saya kasih contoh. Misalnya, orang mencari kata kunci “paket tour wisata”. Nah, di halaman pertama Google muncul website dengan nama saya tercantum di situ. Situs ini tidak pernah saya update sejak tahun 2009, tapi tetap ada di halaman pertama. Ini berarti website sudah teroptimasi. Ada modifikasi-modifikasi yang sudah diaplikasi.

Jadi, tak harus selalu posting setiap hari. Kalaupun ada posting, harus ada dua hal terkait, yaitu hot and fresh. Hot itu berarti informasi terbaru dan fresh artinya konten belum pernah di-posting. Kalaupun ada syarat ketiga yaitu konten harus berasal dari IP yang banyak dengan cara posting konten di situs komunitas, misalnya bisma.ning.com. Dengan begitu akan lebih mudah tampil di halaman pertama.

Jadi, konten harus rutin diperbarui adalah mitos.

Menurut Anda apa kesalahan umum yang paling sering dibuat pengusaha terkait aplikasi ilmu optimasi?

Saya sebut pertanyaan ini namanya “sampah dunia maya”. Jadi banyak orang bikin website, tapi mereka mengesampingkan optimasi. Webnya ada tapi tidak ditemukan di Google.

Saya suka bercanda begini, kalau mau punya uang banyak harus bisnis, kalau punya bisnis harus narsis, kalau narsisnya pakai website harus eksis. Nah, di halaman satu Google ada nggak lo? Kalau nggak ada berarti lo udah ga narsis, ga eksis lagi. Ditemukan dan dihubungi itu prestisius, apalagi kalau di halaman satu, rangking satu. Jadi, bisnis, narsis, eksis, supaya rezekinya fantastis.

Beda antara “pedagang” dan “pebisnis”. Menurut saya ada tiga hal yang membedakan keduanya, yaitu SHA: Simpan, Hitung, Analisa. Banyak pengusaha lupa tiga hal ini. Pedagang tidak melakukan proses simpan, sedangkan “pebisnis” menyimpan informasi.

Website tidak hanya untuk tampilan, tapi juga untuk mendapatkan informasi sebagai bahan analisa. Siapa yang membeli produk saya, dari mana mereka, dan sebagainya.

Jadi, banyak orang bikin website karena ikut-ikutan. Mereka tidak membaca hasil analisa kunjungan web-nya. Waktu kita bikin website, masukkanlah Google Analytic. Itu perangkat analisa paling murah dan mudah. Ada juga yang lebih bagus dan berbayar. Dari situ kita bisa dapat informasi yang masuk ke web dan menganalisanya. Hasil analisa inilah yang bisa kita jadikan untuk menentukan strategi selanjutnya.

Kendala apa yang umum ditemukan terkait aplikasi ilmu optimasi ini?

Banyak orang tidak menargetkan kata kunci. Harusnya situs-situs web mereka mengikuti kata kunci-kata kunci yang bisa kita lihat di Google AdWords. Jadi, harus riset kata kunci dulu.

Website itu ada lima tipe, yaitu: Web personal, web marketing, web corporate, web tv, dan web komunitas. Banyak pengusaha menganggap web marketing tidak penting karena mereka pikir sudah punya web corporate. Padahal beda antara web marketing dan web corporate.

Misalnya, PT. Wahana Karya Makmur membeli domain wahanakaryamakmur.com. Itu web corporate. Katakanlah, perusahaan ini menjual baja ringan. Kemudian mereka membeli domain jualbajaringan.com dan jualbajaringan.com. Nah, itu adalah web marketing yang jumlahnya bisa lebih dari satu. Jumlahnya bisa banyak karena menargetkan kata kunci-kata kunci tadi. Jadi, web marketing inilah yang banyak tidak dipahami oleh pengusaha-pengusaha di Indonesia.

Orang yang belajar ilmu optimasi disebut optimizer. Hidupnya harus optimis.

Apa tips dari Anda untuk para pengusaha?

Setelah saya mendalami ilmu SEO, SEO bukanlah segalanya. Ia harus didukung oleh CRO dan LBO. Banyak pengusaha yang situsnya terlihat di halaman satu Google, tapi konversinya rendah. Saya sering bilang ke murid saya supaya mereka menekankan ke klien mereka untuk mengutamakan konversi, jangan traffic.

Orang-orang yang belajar SEO otodidak dan menawarkan jasa SEO biasanya tidak tahu CRO dan LBO. Mereka nggak paham fungsi keduanya apa. Mereka tidak paham bahwa menampilkan nomor telepon itu penting.

Makanya, banyak orang yang menawarkan jasa SEO, begitu situs web sudah di halaman satu Google, maka selesai. Padahal tidak seperti itu. Yang penting adalah CRO dan LBO-nya itu. Ilmu optimasi itu – optimasi – singkatan dari enam hal yaitu ilmu yang mengoptimalkan informasi, prestasi, posisi, komunikasi, komisi, dan inovasi. Jadi, pengusaha harus paham jasa optimasi itu meliputi enam hal itu.

Jadi, penting untuk kita menampilkan nomor kontak pada halaman pertama Google. Kadang ada website yang harus kita klik dulu untuk menemukan nomor kontak. Ada pula yang harus di-scroll ke bawah untuk menemukan nomor. Ada pula yang bahkan tidak ada nomor kontaknya.

Ada juga website yang ketika dibuka ada tulisan “Selamat Datang”, lalu ada perintah “klik di sini”. Nah, website seperti itu sudah kurang tepat. Idealnya di kanan atas ada nomor kontak. Tak perlu banyak meng-klik. Cara-cara untuk mempercepat proses konversi harus dipikirkan. Makanya, yang sebenarnya dibutuhkan oleh para pengusaha adalah arsitektur web marketing. (Putri Sekar)

 

5 Comments

5 Comments

  1. ryan

    March 12, 2015 at 15:47

    keren om ali 😀
    teori nya gk blibet dan sangat masuk ke otak nubie kayak sya
    bagai panah yg nusuk langsung ke jantung langsung mati dri pda banyak yg kena tpi gk mati wkwkwk

  2. cara terbaru

    November 14, 2015 at 01:31

    keren nih tulisannya.
    konversi seringkali dilupakan. padahal itu yg menghasilkan uang.

  3. Aji

    January 28, 2016 at 13:39

    mas, mohon bantuan cek web berita kami (www.halloriau.com) kok lambat kali naik rank nya, terimakasih

  4. Bunda yaniar

    March 2, 2016 at 23:29

    Terimakasih pak ali atas sharingnya yang luar biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top