Portal Lengkap Dunia Marketing

MARKETING

Agar Tak Kalah Saing di Era MEA, Belajarlah Bahasa Inggris!

Sebagai grup regional yang paling sukses, ASEAN akan sepenuhnya menerapkan komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Januari 2015.

Suasana kelas encounter di Wall Street English

Suasana kelas encounter di Wall Street English

Komunitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing seiring dengan perubahan ASEAN menjadi pasar ekonomi berbasis produksi tunggal berdasar pada arus bebas dari lima komoditas, yaitu barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja.

Kesepuluh negara yang tergabung dalam ASEAN, termasuk Indonesia, telah setuju untuk menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa bisnis.

Sehingga, kefasihan berbahasa inggris sangat penting jika rakyat Indonesia ingin berkembang di lingkungan terbuka MEA.

Dengan pasar yang terdiri dari lebih dari 600 juta konsumen dengan produk domestik bruto gabungan senilai USD 3 triliun, Masyarakat Ekonomi ASEAN dinilai sebagai salah satu pasar yang kompetitif.

Dengan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN, tenaga kerja di Indonesia akan menghadapi bursa tenaga kerja yang lebih liberal. (Baca: Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris)

Pasar tenaga kerja dalam negeri akan dibanjiri oleh pekerja asing sehingga mempertajam kompetisi. Agar tidak kalah saing, pekerja Indonesia perlu menyesuaikan diri serta meningkatkan ketrampilan.

Edy Lo, Finance Director, Wall Street English Indonesia mengatakan bahwa salah satu penyesuaian yang dibutuhkan untuk tetap kompetitif di era global ini adalah dengan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Menurut Edy Lo, sekitar 75% dari mereka yang datang ke Wall Street English ingin mengembangkan kefasihan berbicara bahasa inggris untuk meningkatkan kompetensi dalam memperoleh kesempatan karir yang lebih baik.

Melihat keadaan ini, Wall Street English terpacu untuk mejadi rekan bagi siswa dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dengan metode pembelajaran yang unik, Wall Street English siap membantu para siswa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Edy Lo menjelaskan bahwa ada tiga level PRO dalam metode pembelajaran bahasa inggris di Wall Street English, WaystagePRO, Upper WaystagePRO dan ThresholdPRO. (Baca: Metode Pembelajaran Unik dari Wall Street English)

Tingkatan PRO merepresentasikan pola pembelajaran bahasa inggris yang berbeda bagi para siswa dengan orientasi karir. Tujuannya adalah untuk mengembangkan prinsip-prinsip dasar dari komunikasi bisnis yang efektif serta mempertajam kemampuan secara lisan maupun tertulis.

“Siswa di level PRO akan mendapatkan kemampuan dan kosakata baru berkaitan dengan situasi bisnis yang nyata dan dapat langsung dipraktekan setelah menyelesaikan level PRO ini,” jelas Edy Lo.

Melalui kelas PRO ini, lanjut Edy Lo, siswa Wall Street English akan belajar tentang kemampuan administrasi dan managerial dasar sekaligus terekspos beragam skenario kerja yang kompleks dan menantang.

Materi pengajaran dalam level ini meliputi: pencatatan hasil pertemuan, negosiasi dengan pihak ketiga, teknik performance review, teknik presentasi dengan PowerPoint, memimpin suatu pertemuan dan diskusi tentang tujuan bisnis.

PRO adalah bagian dari modul pembelajaran yang ditawarkan Wall Street English yang menerapkan Blended Learning Method. Metode pengajaran ini terdiri dari teknologi multimedia, pembelajaran digital, kegiatan social club dan kelas berkapasitas kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top