Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

5 Pelajaran yang Dipelajari CEO Dropbox Ketika Bisnisnya Booming

5 Pelajaran yang Dipelajari CEO Dropbox Ketika Bisnisnya BoomingCEO Dropbox Drew Houston awalnya mendirikan perusahaan tersebut bersama kawannya, Arash Ferdowsi di tahun 2007. Dropbox kemudian bertransformasi dari tempat penyimpanan file menjadi platform yang nyaris menggantikan hard drive.

Melalui Fast Company, Houston berbagi perjalanannya dari seorang hacker menjadi CEO, dari mendesain program hingga mendesain perusahaan.

Berikut lima pelajaran yang dipelajari CEO Dropbox ketika bisnisnya booming.

Manajemen berarti kerja keras

Dari uraian Houston, banyak pemimpin perusahaan adalah pekerja keras, yaitu bekerja keras dalam waktu yang tak terbatas untuk melakukan hal-hal yang bagi mereka tidak nyaman. Menurut Houston membangun perusahaan atau mengatur orang-orang tidak akan pernah selesai.

Bertemu dengan pengguna di mana mereka berada

Houston pertama kali memposting serangkaian video demo Dropbox di situs Digg dan Reddit. Ia mengatakan, “Situs Digg dan Reddit adalah sumber besar traffic dan komunitas di mana orang-orang mencoba teknologi baru untuk kepentingan mereka masing-masing.” Pada laporan awal, salah satu video demo berada di puncak iterasi Digg, meroketkan daftar tunggu Dropbox dari 5.000 menjadi 75.000 pengguna.

Menjajaki bidang baru

Houston sudah melakukan coding sejak ia kecil, tapi ia tidak mengetahui apa-apa tentang memimpin sebuah perusahaan rintisan. Maka dari itu ia belajar.

“Saya tidak tahu banyak tentang hal-hal yang penting dalam bisnis, dari mulai pemasaran hingga penjualan dan manajemen,” ujarnya. Jadi hal pertama yang ia lakukan adalah banyak membaca. “Membaca buku tentang manajemen tidak serta merta membuat Anda menjadi seorang manajer yang handal. Tapi ini bisa membuat Anda berpikir tentang konsep terpenting,” lanjutnya.

Ambil sisi baik dari ketidaktahuan

Houston mengatakan bahwa kita harus mengambil sisi baik dari ketidaktahuan kita. “Keluarlah dari zona nyaman. Luangkan banyak waktu untuk memikirkan hal-hal apa yang tidak kita ketahui. Kemudian pertanyakan: apa yang saya butuhkan? Apa yang perusahaan butuhkan? Apa yang seharusnya kita lakukan dalam 3,6,12,24 bulan ke depan dari sekarang? Jika kita bisa mengetahui jawaban itu hari ini, maka hal itu akan menjadi lensa yang berguna untuk mengetahui keterampilan apa yang kita harus kembangkan,” kata Houston.

Budaya adalah sebuah cara untuk membentuk keputusan

Budaya adalah hal yang kuat. Kata Houston, “Ketika perusahaan Anda berkembang, fungsi komunikasi akan semakin meluas, jadi bagaimana Anda mendorong orang-orang untuk membuat keputusan sejalan dengan sebuah kerangka kerja serupa yang Anda buat?” “Seiring waktu saya mulai memahami bagaimana kedua hal tersebut melengkapi satu sama lain,” imbuhnya.

Intinya, ketika sebuah perusahaan berkembang, pendirinya perlu mensistematiskan hal-hal bersifat alami untuk mereka.

Sumber: Fastcompany

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top