Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

5 Langkah Memulai Bisnis Sampingan

Sambil berkarir sebagai karyawan, Anda pun bisa belajar dan beradaptasi dalam dunia entrepreneur melalui bisnis sampingan. Bagaimana melakukan persiapan dan langkah-langkah untuk memulainya?

Motivasi Diri

Seringkali karyawan yang akan melakukan bisnis sampingan terlalu banyak ide, banyak analisa dan perhitungan. Ada pula yang kemudian berganti ide dan bikin rencana baru lagi. Lalu apa solusinya? Evaluasi diri. Pikirkan baik-baik, apakah serius mau terjun ke bisnis. Sebab kalau hanya berhenti di perencanaan, rasanya percuma, buang waktu. Kalau memang mau memulai bisnis memang harus memantapkan hati dan motivasi.

Perkuat Keuangan Pribadi

Sebelum memulai bisnis sampingan, sebaiknya Anda memperkuat keuangan pribadi terlebih dahulu. Langkah pertama adalah dengan menyediakan dana cadangan yang cukup. Bisa berbentuk tabungan yang besarnya minimal 3-6 bulan dari pengeluaran Anda. Dengan demikian Anda bisa meminimalisir resiko jika ternyata bisnis Anda mengalami kerugian, setidaknya Anda masih mempunyai tabungan untuk hidup sehari-hari.

Mengatur Waktu

Sebagai karyawan, memang agak sulit mengatur waktu untuk bisnis sampingan. Untuk mengatasinya yaitu membuat jadwal. Biasanya karyawan punya waktu setelah bekerja dan pada hari libur. Anda bisa gunakan waktu libut itu untuk mulai merealisasikan rencana atau agenda implementasi usaha, misalnya survei lokasi, cari modal, survei harga barang dan sebagainya. Yang penting adalah jangan sekali-kali Anda memakai waktu kerja Anda untuk kegiatan bisnis pribadi, karena itu sama saja dengan korupsi waktu.

Memilih Jenis Usaha

Pilihan bisnis sebaiknya didasarkan pada passion atau kecintaan Anda pada suatu bidang. Akan lebih baik kalau passion itu didukung dengan keahlian, pengalaman, bahkan latar belakang pendidikan yang sesuai, sehingga Anda tidak membutuhkan waktu lebih banyak untuk mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Anda. Syukur kalau faktor dasar itu didukung dengan peluang atau trend di pasar. Tapi jangan sampai memilih bisnis hanya berdasarkan tren. Karena, kalau tren hilang maka bisnis Anda juga akan lenyap jika tidak didukung kecintaan.

Adaptasi dan Mengubah Mindset

Kondisi kantoran yang penuh rutinitas jauh berbeda dengan dunia bisnis yang sarat dengan dinamika. Mulailah dengan mengubah mindset buruh menjadi berpola pikir sebagai bisnisman. Pengusaha selalu melihat peluang, optimis dan berani mengambil resiko. Selain itu, seorang entrepreneur juga memiliki karakter dinamis, enggan mapan serta aktif mengaktualisasikan ide. Kebiasaan seperti itu harus dipipik untuk merombak kebiasaan berfikir terstruktur dan takut menghadapi resiko, milik pegawai.

Proses adaptasi tersebut juga bukan hanya Anda lakukan sendiri. Anggota keluarga pun perlu diajak. Saya sendiri punya teman yang memilih untuk keluar dari pekerjaannya dan memulai bisnis sendiri, tetapi ternyata keluarganya tidak terlalu mendukung keputusannya. Sikap was-was pasti muncul dari keluarga. Karena Anda akan membawa mereka dari kondisi yang aman dan mapan menjadi gaya hidup yang dinamis dan penuh perjuangan. Butuh pendekatan intensif untuk mendapatkan dukungan dari anggota keluarga Anda. Dukungan dari mereka akan menjadi suatu motivasi yang luar biasa bagi bisnis Anda. (DZR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top