5 Hal yang Terlarang di Twitter

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

www.marketing.co.id – Mungkin Anda lebih suka berkicau di Twitter dibanding sosial media lain yang ada selama ini. Memang Twitter adalah situs web yang dioperasikan oleh Twitter Inc yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog, sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan atau tweets.

Meski dibatasi dengan 140 karakter saja, Twitter kerap menjadi salah satu tempat sharing berbagai informasi di internet. Tidak sedikit para pengguna Twitter ini yang keblabasan terhadap informasi yang diumbar situs mikro blogging ini.

Maka jangan heran kalau informasi yang seharusnya menjadi secret menjadi ancaman buat si pemilik akun. Berikut ini, apa saja yang terlarang di Twitter agar Anda bisa aman dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab seperti di lansir dari Mediabistro.

 

Nomor telepon

Biasanya banyak orang menaruh nomor telepon pada Twitter nya. Ini adalah data pribadi paling standar yang perlu dijaga. Sharing nomor ponsel tidak ada salahnya tapi hanya dengan orang yang Anda kenal dan dilakukan via direct message saja.

Mungkin banyak yang berpikiran bahwa posting hanya dikonsumsi oleh follower Anda saja. Padahal jika Anda mengumbar nomor pribadi di timeline dan follower Anda, ada yang meretweetnya ke follower yang lain. Bisa jadi follower itu mampir kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi memasukan nomor ponsel pribadinya di info biografi, mungkin hal sepele, namun akibatnya bisa fatal juga.

Kecuali jika akun tersebut memang digunakan untuk urusan bisnis. Sebab nomor kontak yang di share bukanlah nomor pribadi, tapi memang untuk keperluan bisnis. Dimana hal ini diharapkan dapat membantu mempromosikan bisnis yang digelutinya. Sehingga mudah untuk dikontak calon pelanggan.

 

Alamat rumah

Jaman sekarang apapun bisa terjadi dan penjahat semakin lihal saja. Dengan berbekal sedikit informasi mereka bisa dengan lancar menjalankan aksi negatifnya. Seperti mengetahui alamat rumah calon korban lewat akun Twitter.

Menurut  pengamat media sosial Lauren Dugan dari Media Bistro, alamat rumah sama sensitifnya dengan nomor telepon yang sangat dilarang untuk di umbar di Twitter. Karena ada sejumlah kejahatan yang mengamati akun Twitter untuk mengumpulkan data si calon korban, salah satunya alamat rumah dan jadwal libur mereka.

Maka jangan memancing para penjahat dengan memberi  tahu alamat rumah Anda lewat akun Twitter. Sehingga jika Anda mau berpergian tidak khawatir memikir rumah Anda yang akan Anda tinggalkan itu.

 

Menampilkan bagian tubuh

Tidak ada salahnya Anda menampilkan bagian tubuh tertentu seperti memamerkan wajah Anda yang  rupawan. Tapi, tidak untuk bagian tubuh yang lain, apalagi bagian tubuh yang intim.

Pernah Ada kejadian seorang bintang televisi yang bernama Alison Pill. Dengan cerobohnya dengan akun Twitter nya, dia harus menanggung malu di dunia nyata.

Memang Alison awalnya ingin menghapus foto vulgarnya. Namun entah kenapa niat tersebut malah berubah menjadi sebuah posting di sebuah timeline. Maka tak ayal lagi, foto topless Alison menjadi konsumsi public timeline.

 

Kartu kredit

Kartu kredit adalah salah satu barang yang sensitif. Apalagi di era teknologi informasi seperti sekarang ini. Jangankan datanya, tampilan kartunya saja yang terpampang nomor kartunya pun menjadi yang terlarang untuk di publikasikan. Apalagi di akun Twitter.

Maka jika hal ini terjadi, siap-siap saja peluang ini dimanfaatkan scammer untuk dipalsukan dan digunakan dengan maksud yang tidak baik.

 

Kunci password

Mungkin kalau kunci password, pasti semua orang tidak akan memberitahukan. Tapi pernahkah Anda menjawab pertanyaan pada saat verifikasi, salah satunya di bank. Contohnya “Siapa nama ibu kandung Anda?” atau “Siapa nama hewan peliharaan Anda?”

Tahukah Anda pertanyaan tersebut bisa dibilang rahasia, karena bisa menjadi kata kunci untuk membuka password atau verifikasi data. Jadi jangan pernah mengumbar sesuatu di Twitter dengan sesuatu yang membuka jati diri Anda.

Jika hal ini masuk ranah privasi sebaiknya tidak diungkapkan ke tempat publik seperti di Twitter ini. Masih banyak hal yang bisa dibagikan dengan follower, mulai dari kutipan nan indah, maupun tempat yang menarik, asal jangan data sensitif. (HN)

 


1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here