Home » Internet Marketing » HiloTeen: Marketing-mix Analysis

HiloTeen: Marketing-mix Analysis

June 21, 2013 2:28 pm by: Category: Internet Marketing Leave a comment A+ / A-

Studi Kasus HiLo

 

m.k DIGITAL MARKETING

S1 MARKETING

PRASETIYA MULYA BUSINESS SCHOOL

2013

 

HiloTeen: Marketing-mix Analysis

 

Memasuki era digital, perubahan terus terjadi secara signifikan. Berbagai teknologi terbaru terus diadaptasi oleh masyarakat guna menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Perusahaan sebagai pihak produsen, hendaknya melakukan penyesuaian serupa dengan perubahan yang terjadi. Perkembangan teknologi juga mengubah behavior dan kehidupan di era modern. Dahulu sebelum dikenalnya internet, praktik pemasaran banyak dilakukan secara offline, baik itu melalui hard selling maupun pembagian brosur semata. Kegiatan promosi di media cetak maupun TV juga sering dilakukan. Hal tersebut tentunya berbeda jika dibandingkan dengan era modern kini, dimana aktivitas marketing secara offline dan online dilakukan secara seimbang dan berkesinambungan.

Q : How are the elements of the marketing mix varied online?
picture-1

Marketing Mix merupakan dasar dari ilmu pemasaran yang terdiri atas produk (product) ,harga (price), promosi (promotion), dan tempat( place). Dalam perkembangannya, elemen manusia (people) ,proses (process), dan physical evidence turut menjadi bagian dari marketing mix. Era digital mengakibatkan keseluruhan elemen dari marketing mix mengalami transisi dari offline menjadi online. Fenomena ini dikenal sebagai e-marketing mix. Marketing mix antara media offline dan online memiliki perbedaan yang signifikan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memahami karakteristik pasar yang terus mengalami perubahan.

Product

- Tradisional
Sebelum memasuki era yang sarat akan teknologi, produk yang ditawarkan cenderung bersifat offline, artinya produk yang ditawarkan berupa barang fisik yang dapat disentuh dan dirasakan secara langsung oleh konsumen yang hendak melakukan purchasing product. Misalkan : produk susu Hilo yang dapat diketahui spesifikasi produk dari packaging yang berisi informasi kandungan nutrisi pada box.

Modern (online)
Sekarang ini, konsumen tidak hanya dapat memperoleh informasi melalui fisik produk, namun juga melalui dunia online. Konsumen dapat mengumpulkan berbagai informasi mengenai fitur produk, berita, dan berbagai hal mengenai produk di dunia maya. Hal ini tentunya memudahkan konsumen untuk mengumpulkan informasi dan melakukan komparasi dengan kompetitor. Misalkan : informasi lengkap mengenai produk Hilo-teen dapat diakses melalui www.hilo-teen.com ;

picture-2Hal ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi baik dari segi design, kegunaan, packaging, dan fitur-fitur produk dibandingkan harus dating ke pasar swalayan guna mencari produk Hilo.

Price

- Tradisional
Harga merupakan salah satu faktor utama dalam decision making seseorang ketika melakukan pembelian barang. Tradisional costing fokus pada faktor willing to pay konsumen dan menentukan margin keuntungan sesuai dengan strategi yang hendak diterapkan perusahaan.

- Modern (online )
Dengan kehadiran internet, penentuan harga menjadi semakin sulit. Pasalnya, akan sangat mudah bagi konsumen membandingkan value proposition antar produk yang berdampak pada persaingan harga kompetitor menjadi kian kompetitif. Cara melakukan pembayaran juga dapat menjadi pertimbangan. Pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan konsumen menginginkan segala sesuatu yang praktis dan serba cepat. Metode pembayaran semacam : e-banking, mobile banking, klik BCA, maupun Paypal mempermudah transaksi secara online. Dengan segala kemudahan tersebut, konsumen akan cenderung melakukan repetitive buying jika value produk dianggap sesuai dengan value konsumen.

Place


- Tradisional
Dahulu pembelian harus dilakukan di gerai-gerai yang menjual produk. Misalkan : Hilo yang dijual di Carrefour. Mobilitas terbilang rendah sebagai akibat dari ruang yang terdapat di suatu tempat secara permanen. Hal ini mengakibatkan ruang dan waktu yang terbatas bagi konsumen.

- Modern (online)
Dunia digital yang erat kaitannya dengan dunia online sangat kental akan jangkauan tempat luas yang dapat diraihnya. Terdapat jutaan orang di dunia maya dengan ruang tanpa batasan. Tantangan bagi perusahaan adalah penyesuaian agar produk yang diinginkan konsumen dapat sampai ke mereka dalam waktu yang telah ditentukan. Perusahaan harus memahami segmen pasar yang dituju agar dapat melakukan positioning yang tepat di media online yang sesuai.

Promotion

- Tradisional
Sebelum memasuki era modernisasi, promosi yang dilakukan cenderung focus pada aktivitas above the line (ATL) yang focus pada konsumen secara keseluruhan. Sebagai contoh : dahulu Hilo Teen kerap kali menerapkan strategi pemasaran ATL berupa iklan TVC, print ad, banner, baliho maupun media cetak yang sesuai dengan target pasar Hilo-teen.

- Modern
Di saat tidak adanya batas antara ruang dan waktu, perusahaan menguatkan diri pada strategi promosi below the line yang focus pada pendekatan konsumen secara personal, baik itu melalui event, maupun berbagai maintenance service yang dilaksanakan. Misalkan : Hilo Teen melalui jejaring social facebook http://www.facebook.com/hiloteen dan twitter @HiloTeen hendak menguatkan consumer engagement dengan para konsumennya. Berbagai event BTL seperti Hilo Green World, Hilo Teen Search Model, dan Hilo Green Video Reporter dilaksanakan agar mampu meraih hati konsumen secara lebih komprehensif.

Pada dasarnya element dari marketing mix secara online dan offline tentu berbeda. Namun, integrasi antara satu elemen dengan elemen lainnya tidak dapat terlepaskan. Pasalnya, keseluruhan elemen dari marketing mix merupakan satu kesatuan. Oleh sebab itu perlu keseimbangan dan penyesuaian antara elemen dalam pengimplementasian strategi yang hendak dilaksanakan. Misalkan : HiloTeen memiliki positioning pasar anak muda, harga Rp 23.000,00 – Rp 26.000,00 merupakan range harga yang sesuai dengan kalangan remaja. Media promosi yang digunakan tentunya juga harus sesuai, seperti social media yang sangat erat kaitannya dengan remaja. Pemilihan kegiatan advertising di banner ads website www.swa.co.id tentunya tidak sesuai dengan target pasar yang dituju. Perlu integrasi dalam penentuan marketing mix agar value yang perusahaan dapat tersampaikan dengan baik.

Referensi :

http://www.hilo-teen.com/

http://emarketingconsult.com/blog/marketing-mix/

Q : What are the implications of the internet for brand development?

Pada dasarnya, brand development merupakan sebuah rencana untuk meningkatkan performance dan kinerja suatu produk atau jasa tertentu dari sebuah perusahaan. Rencana tersebut dapat dijalani dengan berbagai macam strategi yang telah ditentukan oleh suatu perusahaan. Ada banyak cara untuk mengembangkan suatu brand, salah satu nya dapat melalui internet.
Internet sangat berpengaruh terhadap brand development baik dari proses awal hingga proses akhir pada pengembangan brand tersebut. Pada proses awal brand development, internet sangat berguna sekali untuk proses research atau proses pencarian suatu data, baik data primer maupun data sekunder, proses research itu sendiri tidak hanya melakukan research terhadap berbagai macam data, akan tetapi juga research terhadap target market yang mana dari target market tersebut dapat melakukan survey online.
Lalu pada tahap akhir proses tersebut yaitu business development, internet juga bisa digunakan sebagai online promotion sebagai bagian dari pengembangan suatu brand, mengetahui feedback dari customer perihal progress dan hasil dari pengembangan suatu brand. Jika feedback yang telah diberikan customer tersebut positif, maka dari feedback tersebut, perusahaan dapat mengolah serta meningkatkan kembali pengembangan brand. Namun jika feedback nya negative, kita dapat melakukan redevelop dari pengembangan brand itu sendiri, selain itu dengan adanya internet bisa menjadi sarana promosi melalui internet based.

Contoh dari pengaruh internet terhadap pengembangan suatu brand yang bisa kita lihat adalah dari sebuah produk susu remaja yaitu susu HiLo, Yang mana produk susu HiLo tidak hanya berupaya menggaet konsumen remaja melalui jalur offline tetapi juga dilakukan melalui jalur online, dengan membuat Fanpage di Facebook (http://www.facebook.com/hiloteen) dan akun Twitter (@HiLoTeen). Aktivitas ini sudah dimulai sejak tahun lalu. Stefani salah satu brand manager dari perusahaan nutrifood ini mengungkapkan bahwa, jalur online bertujuan untuk mendapatkan engagement dengan target market yaitu para konsumen remaja.

Respon yang relative baik dari konsumen pun diperoleh. Dengan followers Twitter yaitu sekitar 66.000 Followers dan Facebook Fanpage sekitar 116.000 Likes merupakan suatu hal yang positif dalam segi online promotion mengingat jumlah remaja di Indonesia yang hampir sebagian besar anak muda bergabung dengan media social baik Facebook maupun Twitter yang terutama remaja perkotaan.Melalui jejaring sosial ini, segala macam kegiatan promosi serta kegiatan event yang dilakukan HiLo Teen bisa diberitakan kepada para remaja yang menjadi friend di Facebook atau follower Twitter @HiLoTeen.

Kegiatan yang disampaikan itu terutama adalah aktivitas below the line (BTL) seperti misalnya HiLo Green World yang mana sebuah lomba menulis online yang dapat dikirim ke redaksi HiLo, kemudiaan ada juga Facebook Photo Contest, lalu ada juga HiLo Green Video Reporter yang mana mengajak anak muda untuk menjadi reporter dalam sebuah video yang telah dibuat dan mengupload video tersebut di youtube. Aktifitas atau kegiatan yang telah dibuat oleh HiLo tersebut merupakan sebuah cara melalui jalur online untuk dapat menarik para konsumen remaja dimana cara tersebut merupakan bagian dari brand development HiLo Teens itu sendiri. Secara keseluruhan internet sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap brand development suatu perusahaan. Internet tersebut dapat dipergunakan dalam siklus dalam pengembangan suatu brand dari tahap awal hingga akhir.

Reference :
http://business.yourdictionary.com/brand-development

Q : Can the product component of the mix be varied online ?

picture-3

Produk merupakan salah satu elemen dasar dari marketing mix. Seperti pada penjelasan di awal artikel, memasuki era digitalisasi, produk juga turut beradaptasi secara online. Hal ini tidak berarti produk berbeda secara fisik, namun lebih ditekankan pada keberadaan dan pencarian informasi produk secara fisik yang tidak lagi diperlukan. Kehadiran telah mengubah behavior konsumen menjadi kritis dalam menyikapi suatu hal sebagai dampak dari mudahnya akses informasi yang didapatkan.

Pada dasarnya, setiap produk terdiri dari 3 lapisan yang terkandung di dalamnya (layer of product)

Core Product : melambangkan benefit mendasar produk yang didapatkan oleh konsumen.
Actual Product : produk secara fisik yang dapat mempertegas core product.
Augmented Product :added value suatu produk yang membedakannya dari kompetitor.

Berikut merupakan klasifikasi dari layer of product HiloTeen :

- Core Product
Pada dasarnya, core product berfokus kepada supplying benefit, bukan attribute suatu produk. HiloTeen memiliki core product : produk susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi remaja.Umumnya, perusahaan yang memiliki core product serupa merupakan kompetitor dari perusahaan tersebut. Hal ini menyebabkan perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan market share di pasar.

- The Actual Product
Actual product mengindikasikan tampilan luar secara fisik dari suatu produk. Actual product termasuk fitur-fitur unik yang terdapat di dalam produk tersebut. Berikut merupakan actual product HiloTeen.
Nama brand : HiloTeen
Jenis : Chocolate (200 ml, 250g, 500g, 750g), Vanilla Caramel (250g, 750g), Yoghurt Banana (250g), dan kemasan siap minum rasa Chocolate dan Orange Biscuit (200 ml)
Warna : didominasi warna Biru dan Hijau
Harga : Rp 23.000,00 – Rp 26.000,00

Actual product setiap perusahaan tentunya mengandung perbedaan. Hal ini yang menjadi diferensiasi produk antara satu perusahaan dengan lainnya. Namun, actual product HiloTeen pada media online dan offline tidak memiliki perbedaan. Hal ini dikarenakan HiloTeen tidak membuka kesempatan untuk costumized product secara online.

Pada beberapa kesempatan, perusahaan dapat melakukan perbedaan produk secara online dan offline. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kostumisasi produk secara online. Apabila sekarang ini HiloTeen hanya menyediakan produk dengan jalur distribusi retailer / distributor, tidak menutup kemungkinan bagi HiloTeen melakukan hal tersebut secara online. Misalkan : pada saat event di hari besar seperti natal dan lebaran, HiloTeen dapat membuka kesempatan untuk melakukan costumized product packaging via online bagi konsumen yang melakukan pembelian dalam jumlah yang besar.

- The Augmented Product
Actual product tidak akan terasa lengkap tanpa added value yang terkandung didalamnya, Menambahkan supporting feature sebagai lambang dari augmented product merupakan cara tersendiri bagi perusahaan untuk mendiferensiasikan dirinya dari perusahaan kompetitor.
Sebelum dikenalnya media online, salah satu augmented product dari HiloTeen berupa costumer support services (CSS) melalui telepon yang akan menjawab komplain serta kebutuhan dari konsumen. Sekarang ini, komunikasi dengan pihak perusahaan tidak hanya melalui CSS semata, namun juga melalui websitenya http://www.hilo-teen.com/kontak-kami/ . Kehadiran internet memudahkan konsumen untuk melakukan komunikasi 2 arah (2 way communication) dengan pihak perusahaan. Oleh sebab itu, produk akan lebih bervariasi secara online.

Referensi :
Stuart , Solomon Marshall. 2012. Marketing : Real People Real Choice. 7th edition. New Jersey : Prentice Hall.
http://www.hilo-teen.com/kontak-kami/
http://www.marketingteacher.com/lesson-store/lesson-three-levels-of-a-product.html

Q : Does Place have relevance online ?

Maraknya dunia digital membuat semua aktivitas disangkut pautkan dengan internet. Bisnis yang awalnya bersifat offline semakin lama beralih pada bisnis yang bersifat online. Hal ini kerap kali menjadi perhatian produsen untuk terus beradaptasi dan memahami dunia digital. Salah satunya adalah produsen susu untuk remaja, HiloTeen. HiLoTeen melihat bahwa adanya pasar yang potensial yang dapat diperoleh melalui media digital.

Pada umumnya, remaja di Indonesia memiliki akun di social media oleh karena itu HiloTeen melakukan pendekatan ke para remaja dengan menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Melalui kedua media sosial tersebut tidak jarang HiloTeen membuat event yang mengajak para remaja untuk turut berpartisipasi. Dengan mengadakan event BTL ( Below The Line ) maka awareness terhadap brand HiLoTeen sendiri akan mengalami peningkatan. Sayangnya, dampak awareness terhadap penjualan belum dapat diukur. Media lain seperti TVC dan pemasangan iklan di berbagai media cetak juga turut berkontribusi dalam meningkatkan sales.

Dalam perkembangannya, faktor penentu place dalam kondisi online dan offline marketing mix memiliki perbedaan. Hal ini terkait key success factor yang merupakan faktor penentu keberhasilan pada dunia online dan offline relatif berbeda. Key success factor akan berpengaruh kepada Key Performance indicator (KPI) yang berbeda bagi ke-2 cara yang ditempuh. Key success factor dan KPI merupakan faktor yang saling berkaitan. Pasalnya, key success factor diukur melalui penetapan standard KPI.

Sebagai contoh :
pada offline place, key success factor bagi HiloTeen dapat berupa konsumen yang melakukan pembelian di gerai tertentu. KPI yang ditentukan berupa persentase atau jumlah konsumen yang melakukan repetitive buying di gerai-gerai yang telah ditentukan. Sedangkan pada online place, key success factor HiloTeen dapat berupa tingginya traffic pengunjung di website atau animo masyarakat yang terlibat dalam komunitas HiloTeen. Dengan demikian, KPI yang ditetapkan berupa persentase /jumlah target pengunjung perbulan serta input / komunikasi yang terjadi selama 1 bulan.

Faktor ‘tempat’ atau place memilki relevansi dengan dunia online. Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan intensitas perubahan zaman yang begitu pesat agar mampu terlibat dalam persaingan industry . Adaptasi tersebut dapat dimulai dari keseluruhan faktor dari marketing mix. Ketika hal tersebut berhasil diimplementasikan, perusahaan akan mampu meraih market share yang signifikan dibandingkan dengan kompetitor.

Ditulis oleh : Andrey V, Jessica L, Kevin Tansil

[download id="803"]

scroll to top